Langsung ke konten utama

Iman


Iman

Adalah kawan yang paling berharga dibanding apapun yang ada di jagad raya ini dan seisinya. Aku adalah seorang pencari iman, kepada Rabb ku yang telah menciptakanku. Aku terkadang mengenalNya namun seringkali aku kehilangan jejakNya. Padahal Dia yang paling setia tak pernah berpindah dan selalu menanti kedatanganku kembali. Aku lah yang seringkali bepergian sok sibuk dengan amanah amanah yang sejatinya membuat tenang tapi malah membuat bimbang karena dijadikan sebagai beban. Ya....amanah ini bagai beban, karena aku menerimanya tanpa dilandasi kesadaran dan ketulusan. Kini aku tahu, selama ini yang jadi masalah adalah ada di dalam hatiku sendiri. Ketidak percayaan, ketakutan akan kekecewaan, mungkin dibarengi sedikit rasa traumatik karena dulu pernah begitu berharapnya sampai pada akhirnya jatuh kedasar kekecewaan terdalam dan kekecewaan itu masih agak membekas, mungkin. Iman tak dapat dijual beli, iman tak dapat diwarisi, iman tak dapat dicari meski berkelana ke tujuh samudera dan mendaki ke tujuh puncak gunung. Iman itu diri kita yang harus mengupayakan dan Allah lah yang membentuknya. Seringkali Allah sengaja membenturkan kita untuk membentuk iman kita, disitulah momen dimana kita harus tetap bertahan dan bersabar tetap berpegang dan percayakan segala kendali pada kuasa Allah, jika kita berhasil melaluinya dengan sedikit muhasabah untuk memoles sana sini, niscahya kita tak akan menyangka, akan kita temui diri kita yang baru setelahnya. Semua orang akan hidup dengan masalalu, mau tidak mau masalalu itu akan terus menjadi bagian dari perjalanan hidup setiap manusia. Kita yang sekarang adalah diri kita yang terlahir dari masalalu, maka itu berterimakasihlah pada masalalu yang sedikit banyaknya telah memberi sumbangsih  pada perubahan diri kita. Jika kita berhasil, kita akan menemukan diri yang lebih bijak, dalam bertutur dalam bersikap dalam berfikir dan dalam menghadapi segala permasalahan hidup. So..if you are get stuck in a big broblem, keep hang on don’t be afraid! Masalah itu datang untuk mendewasakan, lalui saja dengan sabar dan keep husnuzon pada Allah. Percayalah kau tak akan terus terusan menjadi pribadi yang kau tak suka di masa lalu, kau pasti akan berubah menjadi lebih baik dalam segala hal. I know, easy to speak but sometimes it feelso hard to make one first step, right?! Ga salah koq berprasangka seperti itu, tapi we are always have time to take trial. Life is like a long trial, if we have failed all we have to do only take another trial again until we make it sucsess.  All we need only a brave heart.  

Komentar