Iman
Adalah kawan yang paling berharga
dibanding apapun yang ada di jagad raya ini dan seisinya. Aku adalah seorang
pencari iman, kepada Rabb ku yang telah menciptakanku. Aku terkadang
mengenalNya namun seringkali aku kehilangan jejakNya. Padahal Dia yang paling
setia tak pernah berpindah dan selalu menanti kedatanganku kembali. Aku lah
yang seringkali bepergian sok sibuk dengan amanah amanah yang sejatinya membuat
tenang tapi malah membuat bimbang karena dijadikan sebagai beban. Ya....amanah
ini bagai beban, karena aku menerimanya tanpa dilandasi kesadaran dan
ketulusan. Kini aku tahu, selama ini yang jadi masalah adalah ada di dalam
hatiku sendiri. Ketidak percayaan, ketakutan akan kekecewaan, mungkin dibarengi
sedikit rasa traumatik karena dulu pernah begitu berharapnya sampai pada
akhirnya jatuh kedasar kekecewaan terdalam dan kekecewaan itu masih agak
membekas, mungkin. Iman tak dapat dijual beli, iman tak dapat diwarisi, iman
tak dapat dicari meski berkelana ke tujuh samudera dan mendaki ke tujuh puncak
gunung. Iman itu diri kita yang harus mengupayakan dan Allah lah yang membentuknya.
Seringkali Allah sengaja membenturkan kita untuk membentuk iman kita, disitulah
momen dimana kita harus tetap bertahan dan bersabar tetap berpegang dan
percayakan segala kendali pada kuasa Allah, jika kita berhasil melaluinya
dengan sedikit muhasabah untuk memoles sana sini, niscahya kita tak akan
menyangka, akan kita temui diri kita yang baru setelahnya. Semua orang akan
hidup dengan masalalu, mau tidak mau masalalu itu akan terus menjadi bagian
dari perjalanan hidup setiap manusia. Kita yang sekarang adalah diri kita yang
terlahir dari masalalu, maka itu berterimakasihlah pada masalalu yang sedikit
banyaknya telah memberi sumbangsih pada
perubahan diri kita. Jika kita berhasil, kita akan menemukan diri yang lebih
bijak, dalam bertutur dalam bersikap dalam berfikir dan dalam menghadapi segala
permasalahan hidup. So..if you are get stuck in a big broblem, keep hang on
don’t be afraid! Masalah itu datang untuk mendewasakan, lalui saja dengan sabar
dan keep husnuzon pada Allah. Percayalah kau tak akan terus terusan menjadi
pribadi yang kau tak suka di masa lalu, kau pasti akan berubah menjadi lebih
baik dalam segala hal. I know, easy to speak but sometimes it feelso hard to make
one first step, right?! Ga salah koq berprasangka seperti itu, tapi we are
always have time to take trial. Life is like a long trial, if we have failed
all we have to do only take another trial again until we make it sucsess. All we need only a brave heart.
Komentar
Posting Komentar